Rabu, 25 Februari 2009

Dajjal

TANDA-TANDA DAJJAL

Berikut ini kami kutipkan beberapa Hadits yang menerangkan tanda-tanda yang mengiringi munculnya Dajjal. Adapun arti tanda-tanda itu akan kami terangkan kelak.

I. Sorga dan Neraka Dajjal
"Ia (Dajjal) akan datang dengan membawa semacam sorga dan neraka; dan apa yang ia katakan sorga itu sebenarnya, neraka" (Misykat, halaman 473).
"Dan ia akan membawa air dan api. Dan apa yang orang-orang melihatnya air, itu sebenarnya api yang menghanguskan; dan apa yang orang-orang melihatnya api, iiu sebenarnya air tawar yang sejuk" (Misykat, halaman 473)

"Ia akan membawa api dan sungai dan barang siapa jatuh dalam apinya, ia akan memperoleh ganjaran dan disingkirkan bebannya." (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2975)

"la akan membawa gunung roti dan sungai penuh air "(Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2985).

"Ia membawa dua sungai, yang satu penuh air, dan satu lagi penuh api" (idem, halaman 2985)

"Dajjal akan muncul dengan membawa sungai dan api; barang siapa masuk dalam sungainya; ia akan memikul beban dan dilenyapkan ganjarannya; dan barangsiapa masuk dalam apinya, akan memperoleh ganjaran dan dihilangkan bebannya" (idem, halaman 2029).

Di antara fitnah Dajjal ialah bahwa ia akan membawa sorga dan neraka; adapun neraka Dajjal ialah sorga, dan sorga Dajjal ialah Neraka. Maka barangsiapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia mohon pertolongan Allah sambil membaca permulaan surat al-Kahfi, maka neraka akan menjadi dingin dan damai" (idem, halaman 2028).

"Dan ia akan membawa semacam sorga dan neraka. Dan sorga Dajjal penuh dengan asap, sedangkan neraka Dajjal adalah kebun yang menghijau" (idem, halaman 2074).

Hadits yang lain berbunyi:
"Sungguh ia akan membawa sorga dan neraka. Adapun neraka Dajjal ialah sorga, dan sorga Dajjal ialah Neraka. maka barang siapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia menutup matanya dan mohon pertolongan Allah, dan neraka itu akan dingin dan damai" (idem, halaman 2079).

"Bagaimana perasaan kamu jika kamu diuji oleh seseorang yang sungai-sungai dan buah-buahan di bumi akan dibikin tunduk kepadanya" (idem, halaman 2090).
"Ia akan menjelajah dengan membawa dua gunung. Yang satu, penuh dengan pohon, buah-buahan dan air, dan yang lain, penuh dengan api dan asap. Ia berkata: Ini adalah sorga, dan ini adalah neraka" (idem, halaman 2110).

II. Kecepatan dan kendaraan Dajjal

"Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimanakah cepatnya perjalanan Dajjal di muka bumi? Beliau menjawab: seperti cepatnya awan ditiup angin" (Misykat bab Dajjal).

"Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata-kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2998).

"Ia akan meloncat-loncat di antara langit dan bumi" (Abu Dawud).
.
"Dajjal akan muncul dengan naik keledai putih; yang jarak antara dua telinganya adalah tujuh puluh yard" (Misykat, halaman 477)

"Ia mempunyai seekor keledai yang ia naiki, yang jarak antara dua telinganya adalah empat puluh yard" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2104).

"Ia menaiki seekor keledai putih, yang masing-masing telinganya tiga puluh yard panjangnya, dan jarak antara kaki yang satu dengan kaki yang lain adalah perjalanan sehari semalam" (idem, halaman 2998).

III. Harta kekayaan Dajjal

"Dan ia melalui hutan rimba, dan ia berkata kepadanya: Keluarkanlah kekayaanmu, maka kekayaaan rimba itu mengikuti dia, bagaikan lebah mengikuti ratunya" (Misykat, halaman 473).

IV. Kawan-kawan Dajjal hidup senang, dan musuh-musuh Dajjal hidup sengsara

"Ia datang pada suatu kaum dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu beriman kepadanya, ia memberi perintah kepada langit, maka turunlah hujan, lalu ia memberi perintah kepada bumi, maka keluarlah tumbuh-tumbuhan. Lalu ia datang kepada kaum yang lain, dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu menolak ajakannya, maka berpalinglah ia dari mereka, lalu kaum itu tertimpa kelaparan, dan tak ada sedikit kekayaan pun yang mereka kuasai" (Misykat, halaman 473).

"Dan di antara fitnah Dajjal ialah, apabila ia datang pada suatu kaum yang tak mau beriman kepadanya, maka tiada lagi ternak mereka yang tertinggal, melainkan binasalah semuanya; dan apabila ia datang pada kaum lain yang beriman kepadanya, maka ia memberi perintah kepada langit, lalu turunlah hujan, dan ia memberi perintah kepada bumi, lalu keluarlah tumbuh-tumbuhan" (Kanzul-'Ummal, jilid VII. halaman 2028).
"Sungai-sungai dunia dan buah-buahan akan tunduk kepada Dajjal; maka barangsiapa mau mengikuti dia, ia akan memberi makan kepadanya dan menjadikan dia seorang kafir dan barang siapa menentang dia, maka persediaan makanannya akan dirampas dan dihentikan mata-pencahariannya" (Kanzul-'Ummal; jilid VII halarnan 2090).

"Ada beberapa kaum yang bersahabat dengan Dajjal akan berkata: "Sesungguhnya kami tahu bahwa Dajjal adalah kafir, tetapi kami bersahabat dengan Dajjal, agar kami dapat makan dari makanannya, dan agar kami dapat memberi makan ternak kami dari pohonpohonnya" (idem, halaman 2092).

"Dan ia (Dajjal) akan membawa gunung roti, dan sekalian manusia akan mengalami kesukaran, terkecuali orang yang mengikuti dia" (idem, halaman 2104).

V. Partemuan Dajjal dangan roh

"bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang rupanya mirip dengan orang-orang yang telah meninggal, apakah itu ayah ataukah saudara" (idem, halaman 2065).

"Setan-setan yang rupanya mirip dengan orang yarg telah meninggal akan menyertai Dajjal, dan mereka akan berkata kepada orang yang masih hidup: Kenalkah engkau padaku? Aku adalah saudaramu; aku adalah ayahmu; atau aku adalah salah seorang kerabatmu" (idem, hal. 2078).

"Bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang akan bercakap-cakap dengan manusia" ( idem, halaman 2104).

VI. Kaum Yahudi di belakang Dajjal

"Dan di belakangnya ialah Dajjal yang bersama-sama dia adalah tujuh puluh ribu orang Yahudi" (idem, halaman 2028)

"Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi, para wanita, dan rakyat jelata" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, hal. 2065).
"Kebanyakan orang yang menyertai Dajjal ialah kaum Yahudi, dan para wanita" (idem, halaman 2214).

"Dajjal musuh Allah, akan muncul dan dia akan disertai oleh bala tentara yang terdiri dari kaum Yahudi dan segala macam bangsa" (idem, halaman 2974).

VII. Pengaruh Dajjal Terhadap Wanita

"Dan orang yang paling akhir yang mendatangi Dajjal ialah kaum wanita, sampai-sampai seorang pria mendatangi ibunya, anaknya perempuan, saudaranya perempuan dan bibinya, lalu mengikat mereka, agar mereka tak datang kepada Dajja!" (idem, hal. 2116).

VIII. Dajjal dan anak-anak yang tidak sah
"Awas! Kebanyakan kawan dan pengikut Dajjal ialah kaum Yahudi dan anak-anak yang tidak sah" (idem, halaman 2998)

IX. Laki-laki sperti wanita, dan wanita seperti laki-laki

"Dan para wanita akan tampak seperti laki-laki dan laki-laki akan nampak seperti wanita" (idem, halaman 2998)

X. Penyembuhan Ajaib

"Dan Dajjal akan menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra, dan akan menghidupkan orang mati" (idem; halaman 2080)

XI. Bisikan Jahat Dajjal

"Barangsiapa mendengar perihal Dajjal, hendaklah menyingkir daripadanya. Demi Allah! Orang akan mendatangi Dajjal, dan ia menyangka bahwa dia adalah orang mukmin, dan ia akan mengikuti dia (Dajjal) karena sak wasangka yang ditimbulkan dalam batinnya" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2057)

XII. Munculnya Dajjal

"Ia (Dajjal) akan berkata: Apabila rantai yang mengikat aku ini lepas, aku tak akan membiarkan sejengkal tanah pun yang tak diinjak oleh kakiku, terkecuali kota suci Madinah" (idem, halaman 2991 )

"Dan tak sejengkal tanah pun di muka bumi ini yang tak dikuasai oleh Dajjal, terkecuali kota Makkah dan Madinah" (idem, hal. 2028).

"Dan tak lama lagi, aku (Dajjal) akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar dan mengadakan perjalanan di muka bumi, dan tak satu tempat-tinggal pun yang tak kusinggahi selama empat puluh malam, terkecuali Makkah dan Madinah" (idem, halaman 2988).

“Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal

Kebesaran Allah swt

HAMPIR SAJA LANGIT PECAH

Paling tidak, ada dua peristiwa yang menyebabkan langit hampir pecah.
Pertama, dalam surat Maryam ayat 90-91 disebutkan:
"Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak"
Kedua, al-Qur'an menginformasikan kepada kita peristiwa lain yang juga hampir saja membuat langit pecah, yaitu dalam surat Asy-Syura ayat 5:
"Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Dua peristiwa dengan dua sebab yang berbeda hampir saja menghasilkan kejadian yang luar biasa, yaitu pecahnya langit. Pada persitiwa yang pertama, langit hampir pecah karena kemurkaan Allah SWT. Terhadap mereka yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Ucapan atau tuduhan itu begitu dahsyat
kemungkarannya. Betapa tidak, Allah yang berbeda dengan makhluk manapun itu --"mukhalafatu lil hawadits-- diserupakan dengan manusia (yang mempunyai anak) yang justru diciptakan-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Penyerupaan ini jelas membuat Allah murka!
Peristiwa kedua terjadi justru karena kebesaran Allah. Malaikat pun bertasbih serta memuji Allah dan memohonkan ampunan bagi penduduk bumi. Kebesaran dan keagungan Allah tidak terkira sehingga ketika Dia diminta Nabi Musa menampakkan wujud-Nya, bukit tempat Musa berdiri menjadi hancur dan Musa jatuh pingsan. Kali ini Allah menampakkan kebesaran-Nya pada langit, dan langit yang demikian luas itu hampir pecah karena tak mampu menyaksikan kebesaran dan keagungan Allah.
Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kisah-kisah di atas?
Seringkali ketika kita berkuasa, kita bertingkah laku hendak menyerupai Allah. Kitalah pemegang nasib bawahan kita. Hanya dengan selembar kertas yang kita tandatangani seorang anak manusia bisa jatuh terduduk atau bisa meloncat-loncat kegirangan. Ketika ada rakyat yang hendak datang ke kantor, kita lempar ia dari satu meja ke meja berikutnya.
Semua kebijakan tergantung petunjuk kita; semua pengacau kekuasaan kita beri hadiah "azab yang pedih" dan nyawa mereka tak ada harganya bagi kita. Senyum kita menjadi tanda tanya; apakah sedang suka atau sedang marah. Bawahan kita sibuk menafsirkan gerak tubuh kita hanya untuk menyelami apakah kita sedang suka atau tengah berduka.
Saya khawatir pada saat kita berprilaku menyerupai kekuasaan Allah maka langit akan pecah karena murka Allah. Bukankah segala bentuk penyerupaan harus ditiadakan; apakah itu berarti memiliki kekuasaan tiada batas, memberi azab ataupun menentukan nyawa orang lain. Segala bentuk kesombongan dan takabur harus dilenyapkan, karena hanya Allah yang berhak untuk takabur (Al-Mutakabbir).
Sementara itu, di sepuluh malam terakhir Ramadhan ini, kita menunggu langit yang hampir pecah, saat Malaikat bertasbih memuji Allah dengan suara yang bergemuruh, mereka turun atas perintah Allah dan memohon ampun untuk penduduk bumi. Kita sambut kehadiran malaikat itu dengan gemuruh suara tasbih dan rintihan tangisan memohon ampunan Allah. Puji-pujian dari penduduk langit kepada Allah bertemu dengan puji-pujian penduduk bumi untuk Allah. Boleh jadi langit hampir pecah pada malam-malam akhir Ramadhan ini.
Pertanyaannya, tengoklah diri kita sekarang baik-baik. Yang mana yang kita tunggu? apakah kita menunggu langit hampir pecah karena murka Allah atau karena kebesaran-Nya?


ilmu

KEUTAMAAN ‘ILMU

Surat Al-Baqarah : 31
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya”, (baik dengan cara menciptakan ilmu sebangsa laduni atau dengan cara mendatangkannya kedalam hati Adam dengan tidak membutuhkan suatu istilah yang bersusun (penjabaran secara terperinci). “Kemudian Allah mengemukakannya kepada Malaikat, lalu berfirman : “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu”, (ini adalah Perintah Allah kepada para Malaikat sekaligus peringatan terhadap kelemahan mereka atas urusan menjadi kholifah), “Jika kamu memang orang-orang yang benar!”(Menurut persangkaanmu bahwa kamu berhak menjadi kholifah), “Mereka menjawab : “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami”, (Ini merupakan pengakuan karena kelemahan dan kesalah sangkaan mereka dan




Diriwayatkan dari Nabi saw sesungguhnya Beliau telah bersabda: “Sesungguhnya yang paling selamat diantaramu dihari Qiamat dari kesulitannya dan tempatnya yaitu yang paling banyak kalian membaca sholawat kepadaku”
(Syifaus Syarif)

Dari Abi Hurairah dari Nabi saw sesungguhnya Beliau telah bersabda : “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan menuju ‘ilmu, maka Allah menuntun kepadanya kepada jalan menuju syurga, dan sesungguhnya orang yang berilmu dimintakan ampunan baginya oleh makhluk yang ada dilangit dan makhluk yang ada di bumi sampai ikan yang ada dilaut, sesungguhnya ‘ulama itu pewaris para Nabi”.

Dan dari Abi Dzar sesungguhnya ia berkata : Telah bersabda Nabi saw : “Hai Abu Dzar, Sungguh bahwa berjalan engkau kemudian belajar ilmu satu bab dari kitab Allah itu lebih baik bagimu daripada sholat seratus roka’at dan berjalan engkau kemudian belajar ilmu satu bab dari suatu ilmu, apakah (ilmu itu) diamalkan atau tidak diamalkan, lebih baik bagimu daripada sholat seribu roka’at”.

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa yang belajar satu bab dari suatu ilmu karena akan mengajarkan kepada manusia, maka baginya diberi pahala 70 Nabi”.

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa yang duduk dekat orang yang berilmu selama dua jam atau makan bersamanya dua telan atau mendengar darinya dua kalimat atau berjalan dengannya dua langkah, maka Allah memberi kepadanya dua syurga, tiap-tiap syurga seperti dua kalinya dunia” (Misykaatul Anwar)

Dan dari ‘Ali karomallohu wajhah dari Nabi saw, sesungguhnya Beliau bersabda : “Aku bertanya kepada Jibril tentang orang-orang yang mempunyai ‘ilmu, maka (Malaikat Jibril) berkata: “Mereka itu adalah seperti lentera umatmu didunia dan diakhirat, berbahagialah bagi orang yang mengenal mereka, dan celakalah bagi orang yang mengingkari mereka dan membenci mereka” (Kawasyi)

Dan diriwayatkan dari Nabi saw sesungguhnya Beliau bersabda : “Barangsiapa yang sholat serta berjama’ah dan duduk didalam perkumpulan ‘ilmu dan mendengarkan firman Allah dan mengamlkannya, maka Allah memberi kepadanya 6 perkara :
Rizki dari yang Halal,
Selamat dari azab qubur,
Diberi kitab amalnya dari sebelah kanannya,
Melewati shirot/ jembatan seperti kilat yang menyambar,
Akan dikumpulkan beserta para Nabi,
Akan didirikan baginya sebuah gedung di syurga (yang terbuat) dari Yaqut merah, (dari gedung itu) terdapat empat Puluh pintu” (Zubdah).

Dari Ibnu Abbas ra sesungguhnya ia berkata : “Bagi ulama mempunyai derajat diatas derajat orang-orang mu’min yaitu 700 derajat, diantara dua derajat jaraknya (mencapai) 500 tahun perjalanan”
Dikatakan bahwa ilmu itu lebih utama daripada amal, dengan 5 macam :
Ilmu tanpa amal itu ada, sedangkan amal tanpa ilmu itu tidak ada,
Ilmu tanpa amal bermanfaat, sedangkan amal tanpa ilmu tidak bermanfaat,
Amal lazim (biasa) sedangkan ilmu menerangi seperti lentera,
Ilmu derajatnya para Nabi, seperti sabda Nabi saw: “Ulama itu umatku seperti para Nabinya Bani Isroil”,
Ilmu itu (salah satu) sifat Allah, sedangkan amal sifat hamba, (sedangkan) sifat Allah lebih utama daripada sifat hamba. (Tafsirut Taysiir)

Dari Ibnu Abbas ra, sesungguhnya ia berkata : “Diperintah memilih Nabi Sulaiman as antara ilmu dan kerajaan, kemudian Beliau memilih ilmu, maka ia diberi ilmu dan kerajaan”. Berkata sebagian Ahli Hikmah : “Ilmu terdiri dari 3 huruf yaitu ‘ain, lam dan mim, dan kepanjangan dari ‘ain ialah “illiyyin (tinggi), kepanjangan dari lam ialah Latif (penyayang), kepanjangan dari mim ialah mulku (kerajaan). Maka ‘ain selalu mengantarkan kepada orang yang mempunyai ilmu sampai kepada ‘illiyyin (syurga illiyyin) dan lam menjadikannya penyayang dan mim menjadikannya mempunyai kerajaan kepada semua makhluk”. Dan dikatakan: “Ilmu menunjukkan kepada kemuliaan ilmu”. Firman Allah kepada Muhammad saw (Dan katakanlah: “Ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu”) karena sesungguhnya Allah ta’ala memberikan kepada Muhammad saw semua ilmu dan tidak memerintahkan Allah kepadanya dengan mencari tambahan kecuali ilmu”. (Majalis Abror)

Dihikayatkan sesungguhnya Nabi saw datang menuju pintu Masjid, kemudian Beliau melihat syaitan dekat pintu Masjid, kemudian Nabi saw berkata: “Hai Iblis, sedang apa kau disini?” Maka berkata Iblis: “Aku bermaksud untuk masuk kedalam Masjid dan menggoda sholatnya orang yang sedang sholat ini, tetapi aku takut oleh lelaki yang sedang tidur ini”, berkata Nabi saw: “Hai Iblis, mengapa kamu tidak takut kepada orang yang sedang melakukan sholat, padahal ia sedang berada dalam keadaan beribadah dan bermunajat kepada Tuhannya sedangkan kamu takut kepada orang yang sedang tidur, padahal ia berada dalam keadaan lupa”, Syaitan berkata: “Orang yang sedang sholat itu orang bodoh dan merusak sholatnya lebih mudah, sedangkan orang yang sedang tidur itu berilmu. Apabila aku menyesatkan orang yang sedang sholat dan merusak sholatnya, maka aku takut dari bangunnya orang yang sedang tidur, dan membereskan aku dengan cepat-cepat”. Kemudian Nabi saw bersabda : “ Tidurnya orang yang berilmu lebih baik daripada ibadahnya orang yang bodoh”.

Nabi saw bersabda : “ Barangsiapa yang bermaksud ingin menghafal ilmu, maka ia harus mengerjakan/ membiasakan 5 perkara , yaitu :
Sholat malam walaupun 2 rokaat,
Membiasakan/ mendawamkan wudhu,
Takut ketika waktu sepi (tidak ada siapa-siapa) dan karena ada orang lain,
Makan karena taqwa, bukan karena syahwat,
Menyikat gigi.

Nabi saw bersabda : “Sebaik-baik dunia dan akhirat adalah beserta ilmu, dan semulia-mulia dunia dan akhirat adalah beserta ilmu, dan seorang yang berilmu lebih agung keutamaannya disisi Allah ta’ala daripada seribu orang yang mati syahid”. Dan yang dimaksud dengan orang yang berilmu dalam hadits ini ialah orang yang berilmu dan yang mengamalkan dengan ilmunya.

Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya Allah ta’ala menciptakan dibawah ‘Arasy satu bangunan yang ditulis diatas pintunya : ‘Barangsiapa yang ziarah kepada para ‘Ulama, maka seolah-olah ia berziarah kepada para Nabi’. Oleh karena itu bersabda nabi saw : “Duduk satu jam disamping para ‘Ulama lebih dicintai oleh Allah ta’ala daripada beribadah seribu tahun”.

Diriwayatkan dari Nabi saw : “Sesungguhnya Allah membangun satu kota dari cahaya dibawah ‘Arasy menyerupai 10 kalinya dunia, memiliki 1000 pohon dari Intan, Yakut, Zabarzad, intan Luk-luk dan Marjan. Maka apabila telah tiba Hari Qiamat, maka dibukakan daunnya pohon itu, kemudian memanggil seorang yang memanggil dari arah Tuhan Yang Maha Pemurah : “Dimanakah orang-orang yang selalu mengerjakan sholat lima waktu dengan berjama’ah?”, kemudian berkumpullah mereka dalam perkumpulan ilmu. “Dan datanglah kalian kepada naungan pohon ini pada hari ini”. Kemudian mereka berkumpul dibawahnya, kemudian disimpan diantara mereka hidangan makanan dari cahaya yang didalamnya apa-apa yang disukai/ disenangi oleh setiap diri dan menyenangkan mata (enak dipandang). Kemudian diakatan kepada mereka : “Makanlah olehmu daripadanya semuanya” (Begitu didalam kitab Mukasyafatul Asror)

Dan bersabda Nabi saw : “Tidak ada dari seorang mu’min yang bersedih karena disebabkan ditinggal mati oleh orang yang berilmu kecuali dituliskan oleh Allah ta’ala baginya pahala seribu orang yang berilmu dan seribu orang yang mati syahid”.

Begitu juga bersabda Nabi saw : “Meninggalnya orang yang berilmu sama dengan matinya alam”.
- Dan didalam kitab Kawasyi : “Barangsiapa yang memarahi seseorang dari ahli ilmu dengan kalimat zina (kotor/ senonoh), maka ia telah kafir dan tertalaq (tercerai) dari istrinya dengan thalaq ba’in menurut (Nabi) Muhammad saw dan menurut ahli fiqih”.
- Dan menurut syeh Shodrun as-Syahid didalam kitab Fatawi Badii’uddin : “Barangsiapa yang meremehkan orang yang berilmu, maka ia telah kafir dan terthalaq istrinya dengan ba’in”.

Dan bersabda Nabi saw : “Akan datang suatu zaman atas umatku yang meninggalkan para ‘Ulama dan ahli Fiqih, maka Allah akan memberinya 3 jenis bencana , yaitu :
Diangkat keberkahan dari hasil usahanya,
Allah mengaruniakan kepada mereka pemerintahan yang dzalim,
Akan keluar (meninggal dunia) tanpa iman.
(Seperti itu didalam kitab Mukaasyatfatul Asror)

Dan diriwayatkan, sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : “Apabila telah datang hari Qiamat , maka akan didatangkan 4 golongan didekat pintu syurga tanpa melihat Hisab dan Azab, mereka itu ialah :
Orang yang berilmu yang mengamalkan dengan ilmunya,
Orang yang naik haji yang berhaji tanpa melakukan kerusakan,
Orang yang mati syahid yang terbunuh dimedan perang,
Orang yang dermawan yang usahanya dari harta yang halal dan menginfakkannya dijalan Allah ta’ala dengan tanpa riya’.
Kemudian berebut (berlomba-lomba) sebagian golongan dari sebagian yang lain agar dapat memasuki syurga paling pertama. Maka Allah mengutus Malaikat jibril agar menghukumi diantara mereka. Kemudian Jibril bertanya yang pertama kali kepada golongan yang mati syahid: “Apa amalmu didunia sehingga ingin memasuki syurga lebih dulu ?”, kemudian mereka menjawab : “Aku terbunuh dimedan perang karena mengharapkan ridho Allah ta’ala”. Kemudian berkata jibril as : “Dari siapakah engkau mendengar pahala orang yang mati syahid ?”, mereka berkata : “dari para ‘Ulama”, kemudian berkata Jibril as : “Jagalah adab (sopan santun), janganlah kamu mendahului kepada gurumu”. Kemudian Jibril as mengangkat kepalanya kepada golongan yang naik haji, kemudian berkata-kata seperti tadi, kemudian kepada golongan orang yang dermawan, kemudian berkata-kata seperti tadi, kemudian berkata golongan orang yang berilmu : “Ya Tuhanku, aku tidak akan berhasil (mempunyai) ilmu, kecuali karena dermawannya orang yang dermawan dan oleh karena kebaikan mereka”. Kemudian Allah azza wajalla berfirman : “Benarlah kalian orang-orang yang berilmu, Wahai Malaikat Ridwan, bukalah pintu syurga, sehingga masuk orang-orang yang dermawan kedalam syurga dan semuanya setelah mereka “.
(Seperti itu didalam kitab Masyakatul Anwar)
Dan bersabda Nabi saw : “Seutama-utamanya orang yang berilmu atas orang-orang yang beribadah adalah seperti aku mengungguli kalian”. Begitu juga Allah ta’ala telah mewahyukan kepada Nabi Ibrahim as : “Aku Maha Mengetahui, mencintai kepada oarng yang berilmu”. Berkata Hasan ra : “Tintanya ‘ulama akan ditimbang pada hari Qiamat dengan darahnya para Syuhada, maka lebih berat tintanya para ‘ulama daripada darah para syuhada”.

Begitu juga bersabda Nabi saw : “Jadilah orang yang berilmu atau orang yang belajar ilmu atau menjadi pendengar ilmu dan janganlah kamu menjadi orang yang keempat”. Dikatakan : “Ya Rasululloh, amal apa yang lebih utama?”, Nabi saw bersabda : “Ilmu tentang Allah (Ma’rifatulloh)”. Karena sesungguhnya amal yang sedikit disertai ilmu itu bermanfaat, dan sesungguhnya amal yang banyak tapi tidak disertai dengan ilmu itu tidak bermanfaat. Maka dapat diketahui dari hadits ini bahwa sesungguhnya ilmu itu lebih mulia permatanya daripada ibadah, tetapi Wajib bagi seorang hamba itu beribadah disertai dengan ilmu dan bila ibadah tidak disertai ilmu maka Jadilah amalnya seperti abu yang berhamburan.

Dan bersabda Nabi saw : “Melihat wajah orang yang berilmu itu ibadah”.

Dan bersabda Nabi saw : “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya dan penghuni langit dan bumi sampai semut yang ada dilubangnya dan ikan dilautan, memintakan rahmat untuk orang yang mengajar manusia kepada kebaikan”. (Zubdatul Wa idzin)

Bersabda Nabi saw : “Sesungguhnya Allah menjadikan anak Adam atas 8 perkara : Sebagian yang 4 untuk ahli syurga, yaitu : 1). Wajah yang manis, 2). Lisan yang fasih, 3). Hati yang taqwa, 4). Tangan yang dermawan. Dan yang 4 untk ahli Neraka, yaitu : 1). Wajah yang masam, 2). Lisan yang jelek, 3). Hati yang keras, 4). Tangan yang bakhil”. Maha benar Rasululloh
Dan bersabda Nabi saw : “Takutlah kamu oleh 3 golongan manusia, mereka itu adalah : 1). Ulama yang lupa dari amal, 2). Orang faqir yang membiasakan dosa karena ingin diberi (meminta-minta), 3). Orang yang mengaku tasawuf (bersih) yang bodoh”.

Dan bersabda Nabi saw : “Tegaknya dunia karena 4 perkara : Yang pertama oleh ilmunya para ‘ulama, kedua oleh adilnya pemerintah, yang ketiga oleh dermawannya orang yang kaya, dan yang keempat oleh do’anya orang-orang faqir”. Dan apabila tidak ada ilmunya para ‘ulama, maka pasti binasa orang-orang bodoh, dan bila tidak ada orang-orang kaya yang dermawan, pasti binasa orang-orang faqir, dan apabila tidak ada do’anya orang-orang faqir, maka tentu binasa orang-orang kaya, dan apabila tidak ada adilnya pemerintah, maka pasti memakan sebagian manusia kepada sebagian yang lain, seperti memakannya seekor serigala kepada kambing”.

Dan bersabda Nabi saw : “Barangsiapa yang menafkahkan satu dirham kepada orang yang mencari ilmu, maka ia seperti menafkahkan semisal gunung Uhud dari emas merah dijalan Allah ta’ala”.

Dan bersabda Nabi saw : “Barangsiapa yang sholat, yaitu sholat berjama’ah beserta orang-orang muslim selama 40 hari tidak terlewat satu raka’atpun, maka ditulis oleh Allah baginya dihapuskan dari sifat-sifat orang Munafik”.

Dan bersabda Nabi saw : “Barangsiapa yang sholat shubuh kemudian duduk karena untuk dzikir (mengingat) kepada Allah ta’ala, maka Allah ta’ala akan memberi di syurga firdaus 70 gedung dari emas dan perak”

Dan bersabda Nabi saw : “Sesungguhnya perumpamaan sholat adalah seperti sungai yang mengalir kepintu salah seorang diantaramu yang orang itu mandi disungai itu setiap hari 5 kali, Apakah tersisa dari orang itu suatu kotoran ?”, menjawab para Shahabat : “Tidak”, bersabda Nabi saw : “ begitu juga dengan sholat, membersihkan dosa”. (Kitab Daqooiqul Akhbar)







-------------- 0000000000 (%) 00000000 -------------



Dikutip dari Kitab “Durrotun Nashihiin Fil Wa’di wal Irsyaad”, karangan Utsman bin Hasan bin Ahmad As-Syakir al Khobawie, dari Ulama zaman 13 Hijriyah. Penerbit : PT. Thoha Putra Semarang

sholat berjamaah

KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA’AH


Surat Al-Baqarah :
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman”, yaitu (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kepada apa-apa yang datang kepada mereka, “dan mengerjakan amal sholeh dan mendirikan sholat dan memberikan zakat”, adapun mendahulukan amal sholeh daripada sholat dan zakat karena amal sholeh lebih utama daripada keduanya (sholat & zakat), “bagi mereka pahala disisi Tuhannya dan mereka tidak merasa takut”, dari perkara yang akan datang, “ dan mereka tidak merasa prihatin”, terhadap perkara yang telah habis (pot).
(Qodhi Baidhowi)

Diriwayatkan dari Nabi saw : Sesungguhnya Nabi saw dalam keadaan duduk didalam masjid, kemudian masuk kepadanya seorang pemuda, kemudian Beliau memuliakannya disampingnya berada lebih tinggi diatas Abu Bakar ra, kemudian bersabda : “Ya Abu Bakar, aku mendudukkannya lebih tinggi darimu, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang lebih banyak membaca sholawat daripada ia dan sesungguhnya ia selalu membaca disetiap pagi dan sore hari :

ﻞﺼﻳ ﻢﻟ ﻦﻣ ﺩ ﺪﻌﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﻰﻠﻋ ﻞﺻﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻰﻠﺻ ﻦﻣ ﺩ ﺪﻌﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﻰﻠﻋ ﻞﺻ ﻢﻬﻠﻟﺃ “
ﺎﻨﺗﺮﻣﺃ ﺎﻤﻛ ﺪﻤﺤﻣ ﻰﻠﻋ ﻞﺻﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻰﻠﺼﻳ ﻥﺃﺐﺤﺗ ﺎﻤﻛ ﺪﻤﺤﻣ ﻰﻠﻋ ﻞﺻﻭ ﻪﻴﻠﻋ
“ ﻪﻴﻠﻋ ﺓﻼﺼﻟﺍ ﻰﻐﺒﻨﻳ ﺎﻤﻛ ﺪﻤﺤﻣ ﻰﻠﻋ ﻞﺻﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﺓﻼﺼﻟﺎﺑ

“Ya Allah, semoga rahmat tercurahkan kepada Muhammad dengan bilangan orang yang bersholawat kepadanya, dan semoga rahmat atas Muhammad dengan bilangan orang yang tidak bersholawat kepadanya, dan semoga rahmat atas Muhammad seperti Engkau mencintai atas dibacakannya sholawat kepadanya, dan semoga rahmat atas Muhammad seperti Engkau memerintahkan kepada kami untuk bersholawat kepadanya, dan semoga rahmat atas Muhammad seperti sepantasnya Engkau merahmati kepadanya”, oleh karena itu aku mendudukkannya lebih tinggi darimu”.

Dan diriwayatkan dari Nabi saw: “Barangsiapa yang mengerjakan sholat lima waktu serta berjama’ah, maka baginya 5 perkara :
Ia tidak akan terkena kefaqiran didunia,
Allah akan mengangkat siksaan didalam quburnya,
Akan diberikan kitab amalnya disebelah kanannya,
Akan melewati jalan diatas shirot (jembatan) seperti kilat yang menyambar,
Allah ta’ala akan memasukannya kedalam surga tanpa hisab.
(Mashobih)

Bersabda Nabi saw : “Sholat seorang lelaki disertai dengan berjama’ah lebih baik daripada sholat empat puluh tahun dirumahnya dengan munfarid”
Diriwayatkan bahwa sesungguhnya sholat berjama’ah itu lebih utama daripada sholat munfarid, yaitu 27 derajat.

Dan dalam hadits Nabi saw, sesungguhnya Beliau bersabda : “Apabila telah datang hari qiamat, Allah akan mengumpulkan suatu kaum yang (sinar) wajah mereka seperti bintang, kemudian Malaikat berkata kepada mereka : “Apakah amalan kalian ?”, kemudian mereka berkata : “Keadaan kami sewaktu mendengar adzan, maka kami berdiri (berangkat) menuju Thoharoh (bersuci) dan berwudhu, dan kami tidak terlena oleh apapun kecuali wudhu. Dan ada kaum yang wajah mereka seperti bulan, kemudian bertanya Malaikat kepada mereka : “Apakah amalan kalian ?”, kemudian mereka berkata : “Keadaan kami telah berwudhu sebelum adzan”, dan ada kaum yang wajah mereka seperti matahari, kemudian mereka berkata setelah ditanya : “Keadaan kami mendengar adzan didalam Masjid”.
(Durrotul Waaidzin)

Riwayat dari Nabi saw, sesungguhnya Beliau telah bersabda : “Apabila bertakbir seorang hamba karena akan melaksanakan sholat, Allah berfirman kepada Malaikat: “Angkatlah olehmu atas dosa-dosa hamba-Ku dari tubuhnya sehingga beribadah kepada-Ku dalam keadaan suci”. Kemudian Malaikat mengangkat dosa-dosanya semuanya, kemudian setelah hamba itu selesai dari sholatnya, kemudian Malaikat berkata : “Ya Tuhan kami, apakah kami harus mengembalikan lagi dosa kepadanya ?”, Allah berfirman : “Hai Malaikat-Ku, tidaklah pantas dengan kemuliaan-Ku, kecuali Aku mengampuni, dan Aku telah menagmpuni kesalahannya”.

Dari Nabi saw, sesungguhnya Nabi saw telaha bersabda : “Sesungguhnya Allah ta’ala mengumpulkan masjid dunia pada hari Qiamat seperti beberapa rombongan onta yang putih, kakinya dari ambar dan punggungnya dari ja’faron dan kepalanya dari miski (kesturi) dan telinganya dari zabarjad yang hijau dan muadzinnya yang menuntunnya dan imamnya yang memberi petunjuk (mengemudinya), kemudian melewati padang mahsyar dihari qiamat seperti kilat yang menyambar, kemudian berkata ahli qiamat : “Apakah mereka dari golongan Malaikat Muqorrobin atau dari golongan para Nabi dan para rasul ?”,kemudian dijawab : “Bukan, bahkan mereka dari umat Nabi Muhammad saw yang selalu menjaga sholatnya dengan berjama’ah”.

Oleh karena itu, bersabda Nabi saw : “Barangsiapa yang berwudhu dengan air yang mengalir, kemudian sholat dibelakang imam yang qori’ (fasih membaca al-qur’an), maka ia berhak mendapatkan rahmat Allah ta’ala yang Maha Menciptakan”.
(Zubdatul Waaidzin)

Diriwayatkan dari Nabi saw, sesungguhnya Beliau bersabda : “Ketika Allah menciptakan Malaikat Jibril as dalam bentuk yang baik rupa dan menjadikan kepadanya 600 sayap yang panjangnya setiap sayap yaitu antara timur dan barat, kemudian Malaikat melihat kepada dirinya sendiri, kemudian berkata : “Ya Ilahi, apakah Engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?”, Allah berfirman : “Tidak”, kemudian Jibril berdiri dan sholat, dari setiap raka’at selama 20.000 tahun, kemudian setelah selesai dari sholat, Allah ta’ala berfirman : “Hai Jibril, ibadahmu kepada-Ku merupakan hak beribadah kepada-Ku (sudah sepantasnya Allah disembah) dan tidak ada seorangpun yang beribadah kepada-Ku yang menyerupai ibadahmu kepada-Ku, tetapi akan datang pada akhir zaman seorang Nabi yang mulia lagi yang dikasihi oleh-Ku yang bernama Muhammad dan besertanya umat yang lemah yang berdosa yang sholat 2 raka’at serta lalai dan kurang (sempurna) dalam waktu yang sebentar dan banyak khayalan (melamun) dan dosa besar, maka Demi Kemuliaan-Ku dan keAgungan-Ku, sesungguhnya sholat mereka lebih Aku sukai daripada sholatmu, karena sesungguhnya sholatnya mereka atas dasar perintah-Ku, sedangkan sholatmu tanpa perintah-Ku”, berkata Jibril : “Ya Rabbi, apa yang akan Kau berikan kepada mereka sebagai pembalasan yang setimpal atas ibadah mereka ?”, Allah berfirman : “Aku akan memberikan kepada mereka Syurga Ma’wa”, kemudian Malaikat meminta izin kepada Allah ta’ala bahwa ia ingin melihatnya, kemudian Allah mengizinkan kepadanya, kemudian datang Jibril (ke surga itu), dan membuka semua sayapnya kemudian terbang. Maka ketika ia membuka kedua sayapnya, memakan waktu yang lama selama 3000 tahun, dan ketika menutupkan sayapnya juga selama seperti itu (yaitu 3000 tahun), kemudian terbang selama 3000 tahun kemudian ia merasa lelah dan turun dibawah naungan sebuah pohon dan bersujud kepada Allah dan berkata didalam sujudnya : “ Ya Ilahi, apakah aku telah sampai setengahnya dari surga atau sepertiganya atau seperempatnya?”, Allah berfirman : “Hai Jibril, kalaulah engkau terbang dalam waktu 300.000 tahun, walaupun Aku memberikan kepadamu kekuatan seperti kekuatanmu dan sayap seperti sayapmu, kemudian terbang seperti terbangmu, tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari perpuluh (artinya: satu per seratus) dari apa yang akan Aku berikan kepada umat Nabi Muhammad dari pembalasan 2 raka’at dari sholatnya”.
( Misykatul Anwar)

Dari Nabi saw, sesungguhnya Beliau bersabda : “Barangsiapa yang membaca sholawat kepadaku karena mengagungkan aku, maka Allah menjadikan dari sholawat itu seorang Malaikat yang memiliki 2 sayap, satu sayap ditimur dan satu sayap dibarat dan kedua kakinya ada dibawah bumi yang ketujuh dan bahunya menyentuh Arasy dan Allah berfirman kepada Malaikat ini : “Minta ampunlah kamu untuk hamba-Ku seperti ia membaca sholawat atas Nabi Muhammad saw”. Maka memintakan ampun Malaikat untuknya sampai hari qiamat”.
(Zubdatul Waa’idzin)
Telah bersabda Rasululloh saw : “Diriwayatkan dari Allah ta’ala, sesungguhnya Allah berfirman : “Tiga perkara barangsiapa yang memeliharanya, maka ia menjadi wali-Ku dengan hak (benar), dan barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka ia menjadi musuh-Ku dengan hak “. Ditanya : “Ya Rasululloh, apakah ketiga perkara itu?”, Bersabda Nabi saw : “1. Sholat, 2. Puasa, 3. Mandi Janabat”. Bersabda Nabi saw : “Ketiga perkara itu adalah amanat antara Allah dengan hambaNya, Allah menyuruh memelihara ketiga perkara itu”.
Dan yang dimaksud dengan 3 perkara itu : Mengerjakan sholat pada waktunya dengan menyempurnakan fardu-fardunya dan kewajibannya dan sunat-sunatnya sehingga seorang lelaki apabila sholat dilain waktu, maka ia telah melalaikan sholatnya sebagaimana yang telah diriwayatkan didalam hadits, sesungguhnya Nabi saw bersabda : “Pada malam di isro’kannya aku ke langit, aku melihat seorang lelaki dan perempuan yang memukul-mukul kepala mereka, kemudian mengalir darahnya seperti sungai yang besar, mereka berkata : “Aduh celaka dan binasa”. Aku berkata : “Ya Jibril, siapakah mereka ?”, Malaikat berkata : “Mereka ialah orang-orang yang sholat bukan pada waktunya”, dan adapun dalilnya riwayat tersebut adalah firman Allah ta’ala : “Maka datang setelah mereka kaum yang melalaikan sholat dan menuruti hawa nafsu” (Al-Ayat)

Dan begitu juga apabila tidak sholat dengan berjama’ah, seperti riwayat : “Sesungguhnya seorang lelaki datang kepada Nabi saw kemudian berkata : “Aku melihat didalam mimpi seolah-olah disalah satu tanganku ada 20 dinar dan ditangan satunya lagi ada 4 dinar, kemudian jatuh yang 20 dinar dari tanganku dan menjadi warna merah yang 4 dinar”, berkata Nabi saw : “Apakah kamu sholat isya dengan berjama’ah?”, ia berkata : “Tidak”. Berkata Nabi saw : “Adapun yang jatuh dari tanganmu itu adalah keutamaan sholat berjama’ah yang hilang darimu, dan adapun yang 4 dinar, maka itu adalah sholatmu dirumah yang tidak diterima darimu”.
(Zahrotur Riyadh)

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa yang mememelihara sholatnya, maka sholatnya jadi cahaya baginya dan dalil dan keselamatan dihari qiamat, dan barangsiapa yang tidak menjaga sholatnya, maka tidak akan menjadi cahaya baginya dan dalil dan keselamatan”.
(Tabyinul Maharim)

Bersabda Nabi saw : “Sepuluh golongan orang yang tidak diterima Allah sholatnya :
Lelaki yang sholatnya dengan sendirian tanpa membaca Al-Fatihah,
Lelaki yang sholat dan tidak mengeluarkan zakat,
Lelaki yang sholat mengimami suatu kaum, sedangkan mereka membenci kepadanya,
Lelaki mamluk (hamba sahaya) yang lari (kabur dari majikan)
Lelaki yang candu meminum khamr (arak),
Perempuan yang suaminya membenci kepadanya,
Perempuan yang sholatnya tanpa memakai kerudung,
Imam yang sombong dan zalim,
Lelaki yang memakan riba,
Lelaki yang tidak mencegah sholatnya dari perbuatan fahsya (keji) dan munkar (jahat).

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa yang tidak mencegah sholatnya dari fahsya dan munkar, maka tidak akan bertambah sholatnya disisi Allah kecuali kemurkaan dan dijauhkan dari rahmat”.

Dan berkata Hasan ra : “Apabila tidak mencegah sholatmu dari fahsya, maka kamu bukan orang yang selalu sholat, dan dikembalikan sholatmu dihari Qiamat kewajahmu seperti kain lap yang kasar lagi kotor”.

Dan dari Muadz bin Jabal dan Jabir bin Abdillah ra, sesungguhnya mereka berdua berkata : “Sewaktu dimi’rajkan Nabi saw pada malam mi’raj ke langit, beliau melihat dilangit pertama Malaikat yang berdzikir kepada Allah dari sejak Allah menciptakan mereka, dan di langit kedua beliau melihat Malaikat yang sedang ruku’ kepada Allah ta’ala semenjak Allah menciptakan mereka dan tidak mengangkatkan kepalanya, dan dilangit yang ketiga Beliau melihat Malaikat yang sedang sujud kepada Allah ta’ala semenjak Allah menciptakan mereka, tidak mengangkatkan kepalanya kecuali pada saat salam kepada mereka Nabi kita Muhammad saw, kemudian mereka mengangkatkan kepalanya dan menjawab salamnya Nabi saw, kemudian mereka sujud kembali yang kedua sampai hari qiamat. Oleh karena itu dijadikan sujud dalam sholat dua kali, Dan dilangit yang ke empat, Nabi saw melihat Malaikat yang sedang tasyahud, dan dilangit yang ke enam, Nabi saw melihat Malaikat yang sedang membaca tasbih dan tahlil, dan dilangit yang ke Tujuh, Nabi saw melihat Malaikat yang sedang membaca salam semenjak Allah menciptakan mereka, maka bermaksud Nabi saw didalam hati dan menginginkan bahwa keadaan tersebut bagi Nabi dan umatnya semuanya ini merupakan ibadah, maka Allah mengetahui keinginannya itu sedangkan Nabi sangat sekali menginginkannya, kemudian Allah mengumpulkan ibadahnya Malaikat langit yang Tujuh tersebut dan memulaiakn Nabi saw dengan ibadah itu. Dan Allah berfirman : “Barangsiapa yang mengerjakan sholat lima waktu, maka sama dengan ibadahnya Malaikat langit yang Tujuh”.
(Rhaudatul Ulama)

Diriwayatkan dari Nabi saw, sesungguhnya Nabi saw bersabda : “Sholat itu keridhoan Tuhan dan sunah Nabi saw dan kesukaan Malaikat dan cahaya ma’rifat dan pokoknya iman dan do’a yang Wajib dan penerima amal dan keberkahan didalam harta dan usaha dan senjata untuk mengalahkan musuh dan yang dibenci oleh syetan dan yang mensyafa’ati (menolong) antara orang yang mengerjakan sholat dengan Malaikat maut dan jadi lampu (penerang) didalam qubur sampai hari qiamat dan jadi naungan diatas kepalanya dihari qiamat dan jadi mahkota diatas kepalanya dan jadi pakaian untuk badannya dan jadi penutup antara ia dan neraka dan jadi hujjah (pembela) dihadapan Tuhan dan pemberat mizan (timbangan amal) dan dapat melewati shirot dan menjadi kunci ke syurga”.

Bersabda Nabi saw : “Apabila telah datang hari Qiamat, maka keluar suatu makhluq melata dari jahanam yang bernama “Huraisy” dari anak Kalajengking yang panjangnya antara langit dan bumi dan lebarnya dari timur ke barat, Malaikat bertanya : “Hai Huraiys, mau kemana engkau pergi dan akan mencari siapa ?”, berkata Huraisy : “Saya mencari 5 golongan orang :
Orang yang suka meninggalkan sholat,
Orang yang meninggalkan zakat,
Orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya,
Orang yang suka meminum-minuman khamr (arak),
Orang yang suka mengobrol didalam Masjid yang (topik pembicaraannya) membicarakan tentang hal-hal duniawi.

Oleh karena itu Allah berfirman : “Dan sesungguhnya Masjid itu adalah kepunyaan Allah, maka janganlah engkau beribadah kepada seorangpun beserta Allah (syirik)”. Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan hati dan janganlah kamu berada didalam golongan orang-orang yang lupa.
(Zubadatul Waaidzin)


-----------000()000------------


(Dikutip dari Kitab Durratun Naashihiin fil Wa’di wal Irsyad,
karangan Syeh Utsman bin Hasan bin Asy-Syakir Al-Khobawy,
tahun ke 13 Hijriyah , hal.29-32)

Nabi umat Hindu (Nabi Muhammad saw)

New Delhi, India

Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul "KALKY AUTAR" (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.
Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.
Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri "KALKY AUTAR" sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.
Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.
Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya "ABDULLAH". Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya "AMINAH". Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya MINAH.
Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebiuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.
Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra' Mi'raj dimana Rasullah mengendarai Buroq
Dikutip buletin Aktualita Dunia Islam no 58/II Pekan III/februari 1998

contoh pidato islam

Assalamu’alaikum wr.wb

Alhamdulillahilladzi an’ama ‘alaina bi ni’matil iman, wal islam. Asyahadualla ilaha illaloh,wasyhadu anna Muhammadarrosullulah. Allohuma sholi ‘ala Muhammad wa’ala ali syaidina Muhammad amma ba’du

Hadirin Ikhwatul iman rohimakumuloh !
Seiring berjalannya waktu,hari berganti minggu,bulan berganti tahun. Perkembangan manusia pun banyak mengalami perubahan yang didukung dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat mutakhir. Manusia dengan mudah dapat memenuhi kebutuhan dan mewujudkan impiannya dengan memanfaatkan kemajun ilmu pengetahuan. Dulu untuk mengirim dan menyampaikan berita membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi sekarang hanya dengan beberapa detik saja kita dapat memberi dan menerima kabar dengan cepat dan mudah, meskipun dari jarak yang jauh. Itu semua berkat kemajuan ilmu.
Hadirin yang dirahmati alloh.
Dalam islam sebagaimana kita tahu,bahwa ilmu sangat berguna dan menentukan,seperi dalam Al-Qur’an Al-Mujadalah ayat 11:
“Bismillahirrahmanir rahiim. Yarfa’illaahul ladziina aamanuu mingkum walladziina uutul ‘ilma darojaat. Wallohu bimaa ta’maluuna khobiir”
“Alloh akan mengangkat orang-orang yang beriman dari kalian dan orang yang diberi ilmu beberapa derajat. dan alloh Maha Waspada dengan apa-apa yang kamu kerjakan”.
Maksudnya : Alloh kan mengangkat derajat orang yang berilmu yang disertai dengan keimanan kepada Alloh.
Oleh karena itu Alloh mewajibkan untuk mencari ilmu kapanpun dan dimanapun, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh ibnu majah :
“Tholabul ‘ilmi fariidotun ‘alaa kulli muslimin”
“Mencari Ilmu itu wajib bagi tiap-tiap muslim”
Nah,yang merasa orang islam wajib hukumnya untuk mencari ilmu dimanapun dan kapanpun. Mengapa wajib?
“Walaa taqfu maa laisa laka bihi ilmu”
“Dan janganlah kamu mengerjakan Apa-apa yang tidak tahu ilmunya “.
Bisa dibayangkan oleh teman-teman, misalkan kita tidak tahu ilmu elektronika terus kita membongkar computer. Maksud hati untuk memperbaiki tapi apa yang terjadi? Malah an…cur.
Hadirin dan teman-teman, Para pencari ilmu!
Apapun cita–cita atau keinginan kita, Insya Alloh dapat kita capai dengan memiliki ilmunya. Sebagaimana Rasul bersabda “man aroda dunya fa’alaiha bil ilmi,waman arodal akhiro fa’alaiha bil ilmi,waman aroda huma fa’alaihim bil ilmi “Siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka dapat di capai dengan ilmu, Siapa menghendaki kehidupan akhirat juga dicapai dengan ilmu, dan siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan akhirat keduanya dapat di capai dengan ilmu. jadi apapun cita-cita dan keinginan kita dapat kita raih bila kita memiliki ilmunya tentunya disertai dengan kerja keras dalam proses pembelajara tersebut.khusus untuk teman-teman sebaya, mumpung kita masih kecil masih imut-imut belum amit-amit mari kita mencari ilmu dengan belajar dan belajar agar besar nanti menjadi orang yang berguna bagi bangsa, agama dan orang tua.
Dan di usia kita banyak sekali keuntungannya, sebagaimana dalam syair lagu yang tentunya teman-teman juga hafal
“Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu belajar sesudah dewasa (te ro re ro ret ) bagaikan mengukir di atas air. Kalau main gitar pakai akar kedongdong Kalau mau pintar belajar dulu dong. Aqulu Qouli hada, Assalamu’alaikum Wr Wb.

do'a dlm wudhu

PRAKTEK WUDHU’

DO’A KETIKA MELIHAT AIR
“Bismillahi, Al-hamdulillahilladzi ja’alal maa-a thohuuro”
Artinya : “Dengan menyebut nama ALLAH, segala puji bagi ALLAH yang menjadikan air suci lagi mensucikan”

DO’A SEBELUM BERWUDHU’
“Allohummagfirli dzambi wawasi’ lii daari wabaariklii fii rizqii”
Artinya : “Ya Allah ampunilah dosaku dan luaskanlah rumahku serta berilah berkah dalam rizkiku”

DO’A KETIKA MENCUCI KEDUA TELAPAK TANGAN
“Allohumma innii as-alukal yumna wal barokata wa a’udzubika minassyu’mi walhalakah”
Artinya : “Ya Allah kami mohon kepada-Mu atas kekuatan ta’at ibadah dan mohon tambah keberkahan serta kami mohon perlindungan-Mu dari keburukan dan kerusakan”.

DO’A KETIKA BERKUMUR
“Allohumma asqini min haudi nabiyyika muhammadin shollollohu ‘alaihi wasallama ka’san laa adzma’ ba’dahu abada”
Artinya : “Ya Allah berilah kami minum dari air telaganya Nabi-Mu Muhammad saw satu gelas yang tidak akan haus selamanya”.

DO’A KETIKA MEMASUKAN AIR KEDALAM HIDUNG
“Allohumma arihni rooihatal jannah”
Artinya : “Ya Allah harumkanlah kami dengan harum-haruman surga”.

DO’A KETIKA MEMBUANG AIR DARI HIDUNG
“Allohumma inni a’udzubika min rowaaihin Naari wa suu-iddaar”
Artinya : “ Ya Allah kami mohon perlindungan kepada-Mu dari bau-bauan Neraka dan dari kejelekan rumah”.

DO’A KETIKA MEMBASUH MUKA
“Allohumma bayyid wajhi yauma tabyaddu wujuuhuw wataswaddu wujuuh”
Artinya : “Ya Allah putihkanlah wajah kami besok pada saat wajah-wajah sama putih dan hitam (atau pada hari Qiamat)”

DO’A KETIKA MEMBASUH TANGAN KANAN
“Allohumma a’tini kitabi biyamini wa haasibni hisaabay yasiiro”
Artinya : “Ya Allah berilah kitab kami dengan tangan kananku dan hisablah kami dengan hisab yang ringan”.

DO’A KETIKA MEMBASUH TANGAN KIRI
“Allohumma laa tu’tini kitabi bisyimali walaa miwwaroo-I dzohrii”
Artinya : “Ya Allah, janganlah Engkau berikan kitab pada tangan kiriku dan dari belakang punggungku”.

DO’A KETIKA MENGUSAP KEPALA
“Allohumma harrim sya’ri wa basyari ‘alan naari wa adzillanii tahta ‘arsyika yauma laa dzilla illa dzilluk”
Artinya : “Ya Allah, haramkanlah rambut dan kulit kami atas api neraka, dan naungilah kami dibawah ‘arasy-Mu besok dihari yang tiada naungan kecuali naungan-Mu”.

DO’A KETIKA MENGUSAP KEDUA TELINGA
“Allohumma asma’nii munaadiyal jannati fil jannati ma’al abroor”
Artinya : “Ya Allah, berilah pendengaran kami akan orang yang memanggil-manggil syurga, didalam syurga bersama orang-orang yang baik”.

DO’A KETIKA MENGUSAP LEHER
“Allohumma fukka roqobati minan naari wa a’udzubika minas salaasila wal aglal”
Artinya : “Ya Allah, pisahkanlah leher kami dari neraka, dan kami memohon perlindungan-Mu dari beberapa rantai dan belenggu”.

DO’A KETIKA MEMBASUH KAKI KANAN
“Allohumma tsabbit qodami ‘alas shirotil mustaqiimi ma’a aqdami ‘ibaadikas shoolihin”
Artinya : “Ya Allah, tetapkanlah telapak kakiku diatas jalan yang lurus bersama telapak kaki hamba-hamba-Mu yang sholeh”.

DO’A KETIKA MEMBASUH KAKI KIRI
“Allohumma inni a’udzubika angtazilla qodamii ‘alas shirooti finnaari yauma tazilla aqdamul munaafiqiina wal musyrikiin”
Artinya : “Ya Allah, kami mohon perlindungan-Mu atas tergelincirnya telapak kaki dari jalan ke neraka besok dihari tergelincirnya telapak kakinya orang-orang munafiq dan orang-orang musyrik”.

DO’A SELESAI WUDHU
“Asyhadu allaa ilaaha illalloh wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warosuuluh. Allohummaj ‘alni minat tawwabiina, waj ‘alni minal mutathohhiriin, waj ‘alni min ‘ibaadikas shoolihiin”
Artinya : “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Maha Esa Allah serta tiada sesuatu apapun yang menyamainya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah serta hamba-Nya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang suci, dan jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hamba-Mu yang baik kelakuannya”.